Showing posts with label kontes robot. Show all posts
Showing posts with label kontes robot. Show all posts

Wednesday, June 1, 2011

Robot MSI iCleaner R500 Pembersih Debu






Teknologi semakin
berkembang di zaman sekarang ini. Banyak teknologi yang makin maju, salah
satunya adalah Robot.





Robot diciptakan untuk membantu kerja manusia sehingga
menjadi ringan. Misalnya saja dalam membersihkan rumah, kini Micro-Star
International (MSI) telah menciptakan sebuah robot yang akan membantu Anda dalam
menangani urusan kebersihan rumah Anda.










Robot MSI iCleaner R500 pembersih debu ini menjadi salah
satu produk yang menarik banyak perhatian ketika acara pameran komputer
Computex Taipei 2011 di Taipei, Taiwan. Robot tersebut dinilai pandai dalam
membersihkan rumah, bentuknya sederhana dan ukurannya yang tidak terlalu besar.





Robot ini bekerja dengan sendirinya membersihkan kotoran
- kotoran kecil tanpa diperlu kita awasi. Hal inilah salah satu keunggulan MSI
iCleaner R500, robot dengan bentuk bundar ini. Saat ini, Robot iCleaner R500
baru dipasarkan di Taiwan seharga 120 dollar AS per unit.





Robot MSI iCleaner R500 ini juga dilengkapi dengan alat
yang akan mengisap kotoran kering di lantai atau karpet secara otomatis. Koin
atau benda-benda lain yang lebih besar dari lubang penyedot tidak akan masuk ke
dalam mesin sehingga mesin tetap awet. Ia mampu menyelinap di bawah sofa atau
kolong tempat tidur tanpa diawasi. Setiap kali membentur tembok atau benda
lainnya, R500 akan berhenti dan bergerak untuk mencari ruang gerak lainnya.





Ketika Robot MSI iCleaner R500 berkeliling, peranti
tersebut menyalakan dua sapu kecil yang berputar-putar. Penggunaan robot ini
sebaiknya di atas permukaan datar yang kering. Jadi, jika lantai rumah basah,
bersihkan lebih dulu atau tunggu sampai kering. Perangkat ini juga memiliki
sensor untuk mendeteksi perbedaan tinggi lantai sehingga ia tidak akan jatuh
pada tangga.











Thursday, April 14, 2011

robot mahasiswa ITB menjadi juara

Robot-robot buatan para mahasiswa ITB ini berhasil mengalahkan robot-robot dari Eropa.

Pasti tidak asing ditelinga kita dengan kata ROBOT. Pasti kalau kita dengar kata itu pasti terfikir oleh kita bahwa yang bisa membuat robot hanyalah orang-orang dari Negara luar atau boleh dibilang orang dari Negara-negara maju. Tapi jangan salah ternyata Negara kita mempunya ahli-ahli dibidang robot. contohnya 4 orang mahasiswa ITB yang mengharumkan Indonesia dalam kompetisi robot ternasional dan mereka adalah Syawaludin Ramatullah, Samratul Fuadi, Aslih Damaetri dan Dody Suhendra. Robot buatan mereka salah satunya adalah robot pemadam kebakaran. Proses mendesaina sendiri membutuhkan riset selama dua tahun, sehingga wajar saja jika berhasil jadi juara.


Syawaluddin menjelaskan riset robot ini dimulai sejak akhir 2008 dan menghabiskan dana riset hingga 60 juta. Sedangkan dana untuk membuat robot berkaki enam seberat menhabiskan biaya 20-40 juta.

"Biaya membangun robot yang hitam menghabiskan biaya Rp 20 juta sedangkan yang merah Rp 40 juta. Yang merah memang lebih mahal karena kualitas perangkatnya lebih bagus," katanya, Kamis 14 April 2011.

Kedua robot ini menggunakan prosesor Atmell sebagai "otak" atau micro controller dari robot tersebut. Program-program seperti gerakan dimasukkan ke dalam prosesor tersebut.

Robot-robot ini menggunakan prinsip kalelawar untuk bergerak. Untuk sensor gerak, kedua robot tersebut memancarkan suara ultrasonik, pantulan dari suara tersebut akan diolah robot untuk mengukur jarak ruangan dan tidak menabrak.

Sedangkan untuk melacak sumber api, kedua robot tersebut dipasang sensor ultraviolet dan infra red masing-masing sebanyak lima buah. Sedangkan untuk engsel kaki bergerak, kedua robot menggunakan motor servo yang diimpor dari Singapura.

"Motor servo itu satunya mencapai Rp1,1 juta. Sedikitnya satu robot membutuhkan 22 motor servo untuk bergerak dan sebagiannya untuk cadangan. untuk motor servonya aja sudah sekitar Rp22 juta sendiri," jelasnya.

Pembimbing tim robot Indonesia, Kusprasapta Mutijarsa menjelaskan kedua robot tersebut harus dilakukan setting ulang setibanya di Amerika. Perbedaan cuaca yang signifikan antara Indonesia dengan Hartford, Connecticut, Amerika membuat sensor-sensor tersebut harus dioprek.

"Sewaktu tiba di Amerika, sensor sempat macet karena perbedaan suhu. Perbedaan suhu sedikit saja berpengaruh terhadap sensor robot untuk mencari sumber api. Untuk itu selama dua hari waktu sebelum bertanding kita melakukan settingan ulang terhadap sensor dan melakukan latihan di kamar hotel ,"ungkap pria yang biasa disapa Sony ini.

Samratul Fuadi mengaku setibanya di Amerika Serikat sempat minder melihat robot-robot yang menjadi pesaingnya dalam kontes tersebut. Fuadi bahkan melihat kontingen dari Portugal membuat robot unik yang menggunakan Iphone sebagai prosesor dan sensornya.

"Robotnya unik dan canggih karena menggunakan Iphone tapi ternyata saat bertanding gagal menjalankan misinya. Kelebihan robot kita lebih cepat berjalan dan bergerak presisi, mungkin karena risetnya selama dua tahun," ujarnya.

Zarqun, robot berwarna hitam ini merupakan robot generasi ketiga sedangkan Yaqun merupakan robot berwarna merah generasi keempat yang khusus dibuat untuk mewakili indonesia untuk kontes ini.

sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/214757-mahasiswa-itb-kembangkan-robot-pemadam-api