Meja kerja dengan berbagai kertas kerja yang berantakan atau file di komputer yang tidak tertata rapi ibarat macan kertas sedang mengamuk yang belum Anda jinakkan.
“Taming The Paper Tiger” (Menjinakan Macan Kertas) adalah buku klasik yang terbit di era tahun 90 an. Buku karya Barbara Hempill ini dengan sistematis menjelaskan berbagai cara yang sudah terbukti efektif dalam mengatur dengan rapih berbagai barang barang dan kertas kerja Anda serta bukan sebaliknya malah barang barang dan kertas kerja tersebut yang mengatur waktu Anda karena sibuk mencari cari barang atau kertas yang tidak tertata rapi bahkan malah mencarinya diantara tumpukan kertas yang dianggap penting namun sebenarnya belum dibutuhkan saat itu .
Kenapa barang barang atau kertas kerja itu sebaiknya harus tertata rapih ?. Barbara dalam salah satu webnya menjelaskan bahwa berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Brother International- Amerika Serikat pada tahun 2010 menjelaskan bahwa meja yang berantakan dan waktu yang habis digunakan untuk mencari barang barang yang tidak pada tempatnya telah merugikan perusahaan perusahaan di Amerika sebesar 177 Milyar US Dollar per tahunnya. Hal tersebut juga setara dengan kehilangan waktu kerja selama 2 minggu. Lagi pula bagi kita pribadipun tentunya ingin setiap pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien hingga dapat diselesaikan dengan cepat dan benar kan ?.
Barbara memulai tips untuk menjinakan macan kertas yang mengamuk di meja kerja Anda (dalam bentuk tumpukan kertas atau barang yang berserakan) dengan 4 pertanyaan dasar :
· Apakah saya benar benar butuh untuk menyimpan kertas kerja atau barang ini ?
· dimana sebaiknya saya harus menyimpan kertas kerja atau barang ini ?
· Sampai berapa lama sebaiknya saya harus terus menyimpan kertas kerja atau barang ini ?
· Semudah apa nantinya saya dapat menemukan tempat penyimpanan kertas kerja atau barang ini ketika sedang membutuhkan ?
Selanjutnya Barbara memberikan solusi dengan sistem manajemen kertas kerja yang tujuan utamanya adalah :
· Menyingkirkan kertas kerja yang tidak diperlukan
· Hindari menggunakan kertas kerja yang tidak diperlukan
· Membuat tempat khusus penyimpana kertas kerja atau barang yang benar benar penting
· Membuat metode pengarsipan kertas kerja Anda sehingga menjadi lebih mudah dicari apabila diperlukan.
Di era digital ini Barbara pun lebih menganjurkan untuk menggunakan kertas digital (file dalam bentuk pdf atau format lainnya) yang bisa diarsipkan dalam computer Anda sehingga berdampak pada penghematan kertas kerja.
Ayo taklukan macan kertas yang mengamuk di meja Anda dengan membereskan dan mengatur kertas kerja di meja / file di computer dan meletakan kertas kerja diatas meja atau membuka file di layar komputer hanya yang memang akan segera Anda kerjakan saat itu dan yang belum akan dikerjakan saat itu masuk arsip atau kotak dulu ya. disamping tidak enak dipandang juga bikin sedikit stress melihat tumpukan pekerjaan yang belum selesai di depan kita. Satu satu saja dulu diselesaikan, pada akhirnya semuanya selesai juga kan.
[source]
Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts
Wednesday, November 23, 2011
Friday, November 4, 2011
Kata-kata motivasi menuju sukses

"ada dua tipe orang yang akan berkata kepada anda bahwa anda tidak akan mampu membuat perubahan, yaitu mereka yang taku mencoba dan mereka yang takut melihat anda akan berhasil.."(GOFORTH)
"Jangan menenggelamkan orang yang mengajar anda berenang.."(SPURGEON)Success is not reached by chance, It is reached by choice”
Success bukanlah dicapai karena suatu kebetulan. Itu dicapai karena suatu pilihan.
"Wars teach us not to love our enemies, but to hate our allies."
- W. L. George
"A thing is not necessarily true because a man dies for it."
- Oscar Wilde
"In war, there are no unwounded soldiers."
- Jose Narosky
"For what can war, but endless war, still breed?"
- John Milton
"O peace! how many wars were waged in thy name."
- Alexander Pope
"War remains the decisive human failure."
- John Kenneth Galbraith
"The sinews of war are infinite money."
- Marcus Tullius Cicero
"War doesn't make boys men, it makes men dead."
- Ken Gillespie
"Politics is the womb in which war develops."
- Karl Von Clausewitz
"All warfare is based on deception."
- Sun Tzu
"One more vicotory and we are undone."
- Pyrrhus of Epirus
"Force is all-conquering, but its victories are short-lived."
- Abraham Lincoln
"In the eyes of empire builders men are not men but instruments."
- Napolean Bonaparte
"Never do an enemy a small injury."
- Niccoló Macchiavelli
"Wars are not paid for in wartime, the bill comes later."
- Benjamin Franklin
"We make war that we may live in peace."
- Aristotle
"The supreme excellence is to subdue the armies of your enemies without even
having to fight them..."
- Sun Tzu
"Nations, like individuals, are punished for their transgressions."
- Ulysses S. Grant
Ext:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2735834
Mengatasi Rutinitas yang sangat membosankan

Untuk mahasiswa:
Tiap pagi bangun tidur, pergi ke kampus, masuk kelas, selesai nongkrong bentar, pulang ke rumah. Besoknya ya gitu terus...
Untuk pekerja:
Tiap pagi bangun tidur, pergi ke kantor, masuk jam 8 pagi, jam 12 makan siang sampe jam 1, kerja lagi sampe jam 5 sore, trus pulang ke rumah. Besoknya, ya gitu lagi...
RUTINITAS = BUANG WAKTU = BORING = NGGA ASIK! Hidup cuma 1x. Alangkah asiknya kalau hidup Agan berwarna. Banyak variasi. Bermakna. Berkembang.
Gimana caranya?
Saya ngga bilang untuk supaya hidup berwarna, Agan harus ngga lakuin rutinitas yang seharusnya Agan lakuin: kuliah / kerja. TAPI,... coba tantang diri Agan untuk berpikir, "Apa yang bisa gua lakuin ya?" atau "Gimana caranya untuk ngebuat gua atau kerjaan gua lebih bagus ya?" atau "Gimana caranya supaya gua bisa punya network / teman lebih banyak lagi ya?", dan seterusnya dan seterusnya.
Jadi, ketika harus kuliah,... ketika di kelas, pikirin gimana caranya supaya ilmu yang Agan dapetin itu maksimal. Apakah ikut secara aktif dalam diskusi? Beraniin diri untuk nanya? Beraniin diri untuk maju ke depan untuk presentasi? Ketika istirahat, gunain waktu untuk jangan hanya nongkrong sama temen-temen yang itu ituuuuu aja. Coba sekali-kali maen ke jurusan lain, kenalan. Kali aja ketemu jodoh? he he he. Dan, pas waktunya pulang atau di weekend, gunain untuk berorganisasi!
Untuk yang kerja, coba pas makan siang... jangan hanya makan siang sama temen makan siang yang itu ituuuu aja. Pas meeting, jadilah orang yang aktif. Beraniin untuk ambil suatu posisi, atau tanggung jawab. Pas waktunya pulang, coba untuk hang out sama teman. Cari kenalan teman baru, jangan hanya dengan teman sekantor, kalo perlu malah dengan orang yang beda industri. Ngga ada ruginya punya temen banyak!
Mungkin, pas weekend, gunain untuk merenung. Coba mikirin, ada ngga hal lain dari apa yang sudah Agan lakuin, yang Agan suka... (passion)? Kalo ada, COBA perjelas di otak Agan, dan tulis. Jabarkan juga step-stepnya. Dan, yang paling penting, untuk beraniin untuk #MakeItHappen!
Saya tipe orang yang suka nantang diri sendiri. Saya ngga sedih ketika ngga punya duit. Saya sedih dan bener-bener worried ketika saya ngga punya ide, dan ngga tau mesti ngapain. Dan, ketika saya lagi penuh ide, saya bahagia luar biasa. Inilah cara saya untuk selalu membuat hidup saya penuh warna. Saya selalu tantang diri saya, selalu beraniin diri saya ngelakuin banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya lakuin! Kenapa?
Karena saya sadar... Rutinitas itu BORING, BUANG WAKTU! Dan saya mau hidup saya berwarna, bermakna, dan... asik. Siapa yang sependapat sama saya?
Billy Boen
CEO, PT Jakarta International Management
President Director, Rolling Stone Cafe Jakarta
Ext :http://www.kaskus.us/showthread..php?t=11186236
Cara Mudah Mengingat nama orang
Betapa dahsyat dampak positif jika kita mampu mengingat nama sebanyak-banyaknya orang yang pernah kita kenal. Siapa pun! Entah ia seorang atasan, public figure, rekan bisnis, teman kantor, tukang ojek, tukang parker dll. Keajaiban mengingat nama akan sangat terasa saat anda menjadi seorang tokoh terkenal dalam masyarakat. Perhatikanlah hal yang sering dianggap kecil ternyata bisa menjadi jantung dari bisnis anda. Begitupun dengan hal kecil seperti mengingat nama orang lain. Cakap mengingat nama orang bisa mendatangkan rezeki buat aWilliam Shakespeare pernah berkata "Apalah arti sebuah Nama?" Saya menjawab "No Sir ... nama sangat mempunyai arti !" Nama bisa jadi adalah sebuah do'a yang diberikan orang tua kepada anaknya. Lantas ... Seberapa pentingkah mengingat nama?
Pertanyaan yang gampang namun belum tentu semua orang bisa menjawabnya. Mengingat nama atau wajah adalah hal yang memalukan sekaligus merugikan. “Apa gak ada kerjaan lain selain mengingat nama?” begitu mungkin salah satu jawaban orang yang apatis. Namun gara-gara lupa nama anda bisa dicap pelupa atau sombong. Gara-gara lupa nama, perusahaan bisa kehilangan calon konsumen, bahkan bisa menderita kerugian.
Cukup dengan 5 cara sederhana yang bisa diterapkan ketika berkenalan. Aturan ini mendasarkan pada kenyataan bahwa nama adalah salah satu milik paling berharga dari seseorang. Buktinya, kebanyakan orang senang jika mendengar namanya diucapkan orang lain. Maka, bukanlah hal yang memalukan untuk meminta lawan bicara mengulang penyebutan namanya
- Pastikan Anda mendengar seseorang menyebutkan nama dengan cukup jelas. Jika Anda tak yakin akan tulisannya, cobalah untuk mengeja. Jika benar, akan membuat senang si pemilik nama. Jika salah, dia pasti akan membetulkan. Cara ini akan “memaksa” Anda memasukkan nama lawan bicara ke dalam memori Anda.
- Mintalah yang bersangkutan mengeja namanya. Jika ada hal aneh dalam nama itu, atau mengingatkannya pada nama seseorang atau bahkan Anda belum pernah mendengar nama itu sebelumnya, jelaskanlah. Satu atau dua keterangan akan mempermudah masuk ke dalam memori Anda. Misalnya, nama Sugiharto dipisah menjadi “Sugih” (kaya) dan “arto” (uang), nama Rano dipisah menjadi “Ran/Run” dan “no”, nama Pingkan dipisah menjadi “pink” (artinya merah jambu) dan “an”.
- Jelaskan apa pun yang Anda ketahui perihal nama lawan bicara, misalnya mengingatkan nama Dewi kepada “Dewi Sri” atau “Dewi Fortuna”, nama Sandra dengan “sandera”. Dalam hal ini anda harus pegang keyword yang mudah diingat.
- Setelah terjadi pembicaraan, sebutkan nama itu sesering mungkin menurut keperluan.
- Di akhir pembicaraan, sebutkan nama saat perpisahan.
Jika cara-cara di atas Anda jadikan kebiasaan, seaneh dan sesulit apa pun nama baru Anda temui, tak lagi jadi persoalan berarti. Semoga dengan bisa mengingat nama orang bisa mendatangkan rezeki buat anda.
Mengingat betapa pentingnya sebuah nama, tampaknya William Shakespeare harus menarik ucapannya. Nama itu ibarat pintu gerbang. Masuklah ke pintu gerbang itu dengan mengingat nama orang lain dan temukan kebaikan hati merekanda
Monday, October 24, 2011
Keinginan VS Kebutuhan
Yaudah deh, kita ke tempat yang jual barang-barang yang lo butuhin aja deh. Kali aja nanti sambil jalan akan ada barang yang pingin gue beli”.Awalnya sih gue agak bingung pas si temen gue memberikan respon seperti itu. Satu hal yang gue pertanyakan dalam pikiran gue adalah apakah dia punya catatan tentang barang-barang yang akan dia beli. Akan tetapi ya sudahlah akhirnya gue biarkan saja tanpa gue tanya.Sambil menuju toko yang menjual barang yang gue butuhkan, temen gue ini cukup sering mengajak berhenti karena dia ingin mampir ke toko-toko yang ada. Tidak jarang juga dia membeli barang-barang yang ada di toko tersebut.
Dalam jangka waktu yang cukup singkat, ditangannya sudah cukup penuh dengan barang belanjaan miliknya, sedangkan gue belum membawa apa-apa karena sampai ke toko tujuan saja belum.Singkat cerita, barang yang gue butuhkan sudah ditangan dan gue sama temen gue mau makan di food court mall. Di tempat makan, mendadak temen gue bilang kalo uangnya tinggal satu lembar dengan nominal Rp 50.000 dari sebelumnya total uang yang dia bawa adalah Rp 500.00 dan dia merasa cukup menyesal karena dia sudah merasa bahwa dirinya boros.
Untuk menetralisir keadaan dia yang mendadak panik itu, gue betanya, “emang untuk apa barang-barang itu?” harapan gue adalah dia menjawab bahwa barang A untuk bla bla bla, barang B untuk bla bla bla, dan seterusnya sehingga dia nggak perlu nyesel-nyesel banget udah membeli barang itu karena semua barangnya bisa berguna. Namun ternyata jawaban yang gue dapat adalah jauh dari yang gue harapkan. Dia menjawab, “nggak untuk apa-apa dan nggak tau mau diapakan karena cuma pingin aja memiliki barang-barang itu dan sebenarnya nggak butuh dengan barang-barang itu”.Sejenak gue pun terdiam dan nggak bisa menanggapi apa-apa. Hal yang gue bisa pelajari dari kejadian ini adalah gue akan mempertahankan salah satu kebiasaan gue yaitu membuat daftar barang belanjaan karena ternyata hal tersebut sangat penting sehingga barang belanjaan yang terbeli pun memang benar-benar dibutuhkan. Jangan sampai udah dateng ke tempat belanja tapi nggak tau mau beli apa dan akhirnya malah beli barang-barang yang kurang berguna karena barang yang dibeli tidak sesuai kebutuhan melainkan sekedar membeli barang-barang dari akibat adanya ‘laper mata’ saja.
Tidak memiliki daftar barang belanjaan juga akan membuat kondisi keuangan kita tidak terkontrol dan akhirnya malah bikin diri sendiri menyesal.
Ada satu kata mutiara yang cocok sekali dengan cerita gue ini yaitu“Sesuatu yang kita inginkan belum tentu apa yang kita butuhkan” (anonym)Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang bijak dalam merencanakan sesuatu, memprioritaskan sesuatu, dan melaksanakan sesuatu agar kita bisa menjadi orang-orang yang bermanfaat dan beruntung.Originally Made by: Tika Dwi Ariyanti – YOT CA Universitas Indonesia
Sunday, October 23, 2011
Strategi Membangun Citra Diri Positif
Seringkali orang yang sudah berada di tingkat atas merasa tak perlu lagi untuk belajar. Ia memandang remeh untuk belajar lagi, ia pikir, “Toh, aku sudah sukses.” Tambahan, orang seperti ini lebih enggan lagi untuk belajar pada orang yang lebih rendah dari dirinya. Hasilnya, ketika ia dirundung masalah, keberhasilannya pun melorot. Orang yang lebih rendah yang terus belajar akan menggantikannya dan menangani masalah dengan lebih baik.
Setelah kita menyadari pentingnya memiliki citra diri positif, dan manfaat memiliki citra diri positif, tentunya kita juga ingin tahu bagaimana membangun citra diri yang positif. Berikut ini hal-hal yang harus dilakukan untuk membentuk citra diri yang positif
Setelah kita menyadari pentingnya memiliki citra diri positif, dan manfaat memiliki citra diri positif, tentunya kita juga ingin tahu bagaimana membangun citra diri yang positif. Berikut ini hal-hal yang harus dilakukan untuk membentuk citra diri yang positif
PersiapanTernyata, banyak juga manfaat yang bisa kita peroleh jika kita mempunyai citra diri yang positif. Tunggu apa lagi? Insyaallah, mencintai diri sendiri dengan memiliki citra diri yang positif ini tak seruwet jika kita terjebak dengan kisah mencintai orang lain.
Salah satu cara membangun citra diri positif adalah melalui persiapan. Dengan persiapan yang cukup, kita menjadi lebih yakin akan kemampuan kita meraih sukses. Keyakinan ini merupakan modal dasar meraih keberuntungan. Dengan melakukan persiapan, kita sudah berhasil memenangkan separuh dari pertarungan. Persiapan menuntun kita untuk mengantisipasi masalah, mencari alternatif solusi, dan menyusun strategi sukses. Persiapan dapat diwujudkan dengan mencari ilmu pengetahuan yang mendukung kita dalam menyelesaikan suatu masalah. Persiapan juga berarti latihan fisik dan perencanaan strategi bagi atlet-atlet olahraga.
Berpikir Unggul
Untuk membangun citra diri yang positif, kita harus berpikir unggul. Cara berpikir unggul seperti ini akan mendorong kita untuk senantiasa berusaha menghasilkan karya terbaik. Mereka tidak akan berhenti sebelum mereka dapat mempersembahkan sebuah mahakarya. Muhammad Ali, petinju asal Amerika Serikat, telah menjadi petinju legendaris dengan segudang prestasi yang membanggakan. Semua ini dapat diraih Ali karena selalu berpikir unggul. Setiap kali bertanding, yang dipikirkan oleh Ali adalah kemenangan. Ali tidak pernah berpikir kalah, tetapi selalu berpikir menang. Dengan tujuan kemenangan, Ali dan pelatih serta semua yang mendukungnya berlatih dan menyusun strategi untuk membukukan kemenangan yang sudah dipikirkan sebelumnya.
Belajar Berkelanjutan
Selain melalui persiapan yang tepat serta berpikir unggul, citra diri positif juga bisa dibangun melalui komitmen pada pembelajaran berkelanjutan. Hasil belajar akan membawa perubahan positif dengan menambah nilai bagi orang yang berhasil mendapatkan pengetahuan ataupun keterampilan baru, yang bisa dijadikannya modal untuk maju meraih sukses. Tanpa semangat untuk senantiasa mengembangkan diri, orang yang sudah memiliki citra positif bisa saja lalu kehilangan citranya tersebut karena tidak dianggap ”unggul” lagi atau tidak dianggap mampu menambah nilai bagi masyarakat sekitar melalui karya-karya yang dihasilkannya.
Manfaat Citra Diri yang Positif
John Forbes Nash, pemenang nobel di bidang ilmu pengetahuan ekonomi dan matematika, justru merasa tertantang ketika mengalami soal matematika atau permasalahan ekonomi yang sulit. Kesulitan-kesulitan ini menurut Forbes, merupakan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya memecahkan masalah tersebut. Kesulitan dan masalah dalam matematika dan ekonomi, mendorongnya untuk mencari cara-cara baru yang lebih efektif dan kreatif sebagai solusi bagi permasalahan tersebut.
Seseorang yang memiliki citra diri yang positif akan mendapatkan berbagai manfaat, baik yang berdampak positif bagi dirinya sendiri maupun untuk orang-orang di sekitarnya. Manfaat-manfaat yang terasakan oleh si empunya citra diri positif dan lingkungannya tersebut adalah:
Seseorang yang memiliki citra diri yang positif akan mendapatkan berbagai manfaat, baik yang berdampak positif bagi dirinya sendiri maupun untuk orang-orang di sekitarnya. Manfaat-manfaat yang terasakan oleh si empunya citra diri positif dan lingkungannya tersebut adalah:
Membawa Perubahan Positif
Orang yang memiliki citra diri positif senantiasa mempunyai inisiatif untuk menggulirkan perubahan positif bagi lingkungan tempat ia berkarya. Mereka tidak akan menunggu agar kehidupan menjadi lebih baik, sebaliknya, mereka akan melakukan perubahan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik.Masalah pengangguran tidak membuat orang bercitra diri positif mencak-mencak dan memaki pemerintah.
Orang seperti ini akan berusaha mencari dan membuat lapangan pekerjaan bagi diri dan lingkungannya. Hingga ia bisa meyakinkan investor dan memulai usahanya, lapangan pekerjaan pun akan terbuka. Perubahan positif tidak hanya terasakan oleh dirinya, namun juga oleh lingkungannya.
Mengubah Krisis Menjadi Keberuntungan
Selain membawa perubahan positif, orang yang memiliki citra positif juga mampu mengubah krisis menjadi kesempatan untuk meraih keberuntungan. Citra diri yang positif mendorong orang untuk menjadi pemenang dalam segala hal. Menurut orang-orang yang bercitra diri positif, kekalahan, kegagalan, kesulitan dan hambatan sifatnya hanya sementara. Fokus perhatian mereka tidak melulu tertuju kepada kondisi yang tidak menguntungkan tersebut, melainkan fokus mereka diarahkan pada jalan keluar.
Seringkali kita memandang pada pintu yang tertutup terlalu lama, sehingga kita tidak melihat bahwa ada pintu-pintu kesempatan lain yang terbuka untuk kita. Kita seringkali memandang dan menyesali kegagalan, krisis dan masalah yang menimpa terlalu lama, sehingga kita kehilangan harapan dan semangat untuk melihat kesempatan lain yang sudah terbuka bagi kita.
Pentingnya Membangun Citra diri yang positif
Mencintai orang lain? Wah, itu biasa dilakukan remaja seusia kita. Mencintai diri sendiri? Nah, ini malah belum tentu bisa dilakukan dengan baik oleh remaja seusia kita. Mencintai diri sendiri bukan berarti kita menjadi orang yang sombong lagi takabur. Mencintai diri sendiri malah lebih cenderung kepada mensyukuri apa yang Allah berikan kepada diri kita. Dalam ilmu psikologi populer, mencintai diri sendiri berarti adalah kita memiliki citra diri yang positif.
Apa pentingnya mencintai diri sendiri ini? Manfaat apa saja yang kita raih dari memiliki citra diri positif? Itu semua bisa Anda simak di bawah ini. Nanti, kita juga akan tahu kiat apa yang kita perlukan untuk membentuk citra diri yang positif. Baca saja!
Pentingnya Citra Diri yang Positif
“Anda adalah sebagaimana yang Anda pikirkan tentang diri Anda sendiri” Bingung? Versi aslinya, mungkin malah lebih mudah dipahami: “You are what you think”. Ini adalah kalimat pepatah luar negeri. Maksudnya adalah jika kita memiliki citra diri positif, maka kita akan mengalami berbagai macam hal positif sesuai dengan apa yang kita pikirkan.
Banyak ahli percaya bahwa orang yang memiliki citra positif adalah orang yang beruntung. Citra diri yang positif membuat mereka menikmati banyak hal yang menguntungkan, antara lain:
Apa pentingnya mencintai diri sendiri ini? Manfaat apa saja yang kita raih dari memiliki citra diri positif? Itu semua bisa Anda simak di bawah ini. Nanti, kita juga akan tahu kiat apa yang kita perlukan untuk membentuk citra diri yang positif. Baca saja!
Pentingnya Citra Diri yang Positif
“Anda adalah sebagaimana yang Anda pikirkan tentang diri Anda sendiri” Bingung? Versi aslinya, mungkin malah lebih mudah dipahami: “You are what you think”. Ini adalah kalimat pepatah luar negeri. Maksudnya adalah jika kita memiliki citra diri positif, maka kita akan mengalami berbagai macam hal positif sesuai dengan apa yang kita pikirkan.
Banyak ahli percaya bahwa orang yang memiliki citra positif adalah orang yang beruntung. Citra diri yang positif membuat mereka menikmati banyak hal yang menguntungkan, antara lain:
Membangun Percaya Diri
Citra diri yang positif secara alamiah akan membangun rasa percaya diri, yang merupakan salah satu kunci sukses. Orang yang mempunyai citra diri positif tidak akan berlama-lama menangisi nasibnya yang sepertinya terlihat buruk. Citra dirinya yang positif mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang masih dapat ia lakukan. Ia akan fokus pada hal-hal yang masih bisa dilakukan, bukannya pada hal-hal yang sudah tidak bisa ia lakukan lagi. Dari sinilah, terdongkrak rasa percaya diri orang tersebut.
Meningkatkan Daya Juang
Dampak langsung dari citra diri positif adalah semangat juang yang tinggi. Orang yang memiliki citra diri positif, percaya bahwa dirinya jauh lebih berharga daripada masalah, ataupun penyakit yang sedang dihadapinya. Ia juga bisa melihat bahwa hidupnya jauh lebih indah dari segala krisis dan kegagalan jangka pendek yang harus dilewatinya. Segala upaya dijalaninya dengan tekun untuk mengalahkan masalah yang sedang terjadi dan meraih kembali kesuksesan yang sempat. Inilah daya juang yang lebih tinggi yang muncul dari orang dengan citra diri positif.
Subscribe to:
Posts (Atom)



